Functional Dependency (Ketergantungan
Fungsional) menggambarkan relationship/hubungan, batasan, keterkaitan antara
atribut-atribut dalam relasi. Dikatakan functional dependent jika harga suatu
atribut untuk menentukan harga atribut lainnya, dengan symbol
dibaca
secara fungsional menentukan.
dibaca
secara fungsional menentukan.
Jika A dan b adalah atribut dari sebuah table, berarti
secara fungsional A menentukan B atau B tergantung A jika dan hanya jika ada 2
baris data dengan nilai yang sama, maka nilai B juga sama.
Contoh :
Tabel Data Mahasiswa
NIM
|
Nama Mahasiswa
|
5302411161
|
Sulthonul Amin
|
5302411162
|
Nurma Anisa R.
|
5302411163
|
Tika Ne’lis S
|
Nama Mahasiswa)Macam-Macam Dependency :
Functional Dependency :
- Full functional dependency (Ketergantungan penuh)
- B memiliki ketergantungan functional secara penuh dengan A.
- B bukan memiliki dependency terhadap subset A.
idRuang bukan Full Dependency jika nama dihilangkan, maka NIM
idRuang bisa Full dependency.- Partially functional dependency (Ketergantungan Parsial)

- Beberapa atribut dapat dihilangkan dari A dan ketergantungan tetap dipertahankan
- B memiliki dependency terhadap subset A.
idRuang
dimana jika nama dihilangkan maka ketergantungan tetap ada.- Transitive dependency ()
B dan B
C. Maka dikatakan sebagai transitive dependency terhadap A melalui B,
Normalisasi merupakan suatu proses untuk mendapatkan struktur tabel atau relasi yang efisien dan bebas dari anomali, dan mengacu pada cara data item dikelompokkan ke dalam struktur record.
Tujuan Normalisasi , adalah:
- Mengoptimalkan struktur-struktur tabel.
- Meningkatkan kecepatan.
- Menghilangkan pemasukan data yang sama.
- Lebih efisien dalam penggunaan media penyimpanan.
- Mengurangi redudansi yaitu adanya penggandaaan data.
- Menghindari anomali yaitu adanya keanehan-keanehan dari data.
- Menjaga integritas data.
- First Normal Form (1NF)
Merupakan suatu keadaan dimana perpotongan baris dan kolom pada relasi hanya berisi satu nilai. Pada bentuk ini tidak diperbolehkan adanya atribut multivalue (atribut bernilai banyak) dan atribut komposit, atau perpaduan di antara keduanya.
- Second Normal Form (2NF)
Merupakan suatu tabel dikatakan 2NF jika 1NF sudah terpenuhi dan semua atribut selain primary key secara utuh memiliki ketergantungan fungsional pada primary key. Jika terdapat atribut yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka atribut tersebut harus dipindah atau dihilangkan.
- Third Normal Form (3NF)
Merupakan suatu tabel dikatakan 3NF apabila 2NF sudah terpenuhi dan tidak ada atribut non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lainnya (ketergantungan transitif).
Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
Merupakan Semua anomali yang tersisa dari hasil penyempurnaan kebergantungan fungsional di atas telah dihilangkan.
- Four Normal Form (4NF)
Semua kebergantungan bernilai banyak (multivalued dependencies) telah dihilangkan.
- Five Normal Form (5NF)
Semua anomali yang tertinggal telah dihilangkan.




